MENGANALISA PENYEBAB MASALAH


Untuk mengidentifikasi factor-faktor penyebab dari suatu masalah umumnya digunakan Diagram Sebab Akibat (Ishikawa Diagram). 

Dari banyak factor penyebab tersebut kemudian diseleksi faktor apa saja yang potensial atau yang benar-benar menjadi factor penyebab. 

Ada beberapa cara untuk seleksi ini yaitu; brainstorming (sumbang saran) dan analisa berbasis data.

Ishikawa Diagram lazim digunakan oleh QCC bahkan Tim Six Sigma pun menggunakannya. Tentunya ada pilihan lain seperti QFD dan FMEA, terserah mana yang disukai dan dikuasai.


Brainstorming

Setiap orang menyampaikan pendapatnya berdasarkan pengalaman masing-masing, pendapat tentu bisa berbeda bisa sama. Hasil dari brainstorming adalah daftar potensial factor penyebab yang disepakati.

Analisa data

Kumpulkan data dari setiap factor penyebab kemudian analisa. Alat analisa tergantung kepada tipe data apakah Attribute atau Continuous.

Contoh analisa data:

Pertanyaan; apakah Produk Retak sebagai factor penyabab ?

Anda tetapkan bila Produk Retak ditemukan diatas 5% maka dikatakan bahwa ini masuk kriteria sebagai penyebab potensial.

Hipotesanya

Ho : Produk Retak bukan penyebab.
Ha : Produk Retak adalah penyebab.
Alpha 5% atau 0.05.

Kumpulkan data; dari sejumlah observasi atau sample sebanyak 40, diantara 40 ditemukan Produk Retak 7.

Yuk kita olah data pakai Minitab, hasilnya:
Kesimpulannya, karena P-Value < Alpha maka terima Ha yaitu Produk Retak adalah signifikan sebagai factor penyebab.


Akan tetapi bila data yang dikumpulkan ternyata Produk Retak hanya 1 maka
Kesimpulannya, karena P-Value > Alpha maka terima Ho yaitu Produk Retak adalah signifikan bukan sebagai factor penyebab.


Nah, dari analisa seperti diatas maka Anda sudah dapat menetapkan beberapa factor penyebab yang benar-benar penyebab. Dalam praktek ini disebut Vital Few X (beberapa X utama), dimana X adalah factor.penyebab. Dari sini kemudian Anda lakukan tindak lanjut perbaikan.


Sekian, semoga bermanfaat.

Salam.