MELT SPINNING

 - Praktek Lean Manufacturing

Melt Spinning Process adalah proses pembuatan benang sintetis. Ada beberapa jenis bahan baku yang digunakan , antara lain Polyamide (=Nylon), Polyester, dan Polypropylene. Benang yang dihasilkan tanpa terputus, kecuali diputus karena kapasitas gulungan atau karena pemenuhan permintaan pelanggan. Benang yang tidak putus ini panjangnya ribuan kilometer, ini disebut Benang Filament.

Benang filament dikirimkan ke industri Pembuatan Kain Tenun (Weaving), Pembuatan Kain Kaos (Knitting), Pembuatan Sikat Gigi (Toothbrush Bristle), Pembuatan Jaring Ikan (Fishing Net), Pembuatan Benang Pancing, Pembuatan Ikat Pinggang (Belt), dsb.

Pembuatan benang sintetis ada 3 tahap utama yaitu:

Proses 1; Bahan baku berupa Chip/Granular dilelehkan sampai digulung, setelah itu gulungan benang didiamkan dulu (tanpa ada proses apapun) di ruang khusus yang disebut Lag Room beberapa jam untuk conditioning/equilibrium/kesimbangan kandunga-n air.

Keluaran Proses 1 ini disebut POY (Partially Oriented Yarn) atau Undrawn Yarn yang tingkat kemulurannya masih sangat tinggi karena belum ditarik (drafting/drawing process).

Proses 2; POY kemudian ditarik (draft), ditembak dengan udara bertekanan tinggi (texturizing), digintir (twisting), dimatikan (heat setting). Maka jadilah benang yang lebih kuat dengan kemuluran (elongation) sekitar 30%.

Proses 3; Pengepakan/Pengiriman.

Dari Proses 2 diatas hasilnya berupa gulungan benang pada bobbin yang kemudian disusun dalam kotak kardus dan selanjutnya dikirimkan ke pelanggan.

Praktek Lean Manufacturing di industri Melt Spinning.

Keluaran setiap proses tidak perlu masuk laboratorium untuk uji secara end-to-end (semua/populasi). Sebagai gantinya dibuat system yang fokusnya Mengendalikan (Control) dan Memantau (Monitor) apapun yang mempengaruhi kualitas hasil/produk seperti temperature, humidity, kecepatan, rpm, tekanan, contact length, hot distance, kebersihan, yarn path, finishing oil, dsb.

Alat Pengendali dan Pemantau dipasang di mesin, dapat berupa: indicator, alarm, recorder, atau bahkan poka yoke (anti salah), dsb.

Apakah semua Industri Melt Spinning menerapkan Lean Manufacturing ? 

Sayangnya, tidak !!!

Beberapa Industri Melt Spinning di dalam negeri, di Jepang dan Jerman yang pernah penulis amati sejak tahun 1979, ternyata tidak semuanya Lean Manufacturing. Ada aktifitas tambahan lain sebelum pengepakan hasil/produk yaitu Kegiatan Merajut (knitting) terhadap semua hasil/produk untuk dianalisa kerataannya. Selain itu semua hasil/produk juga dilakukan Uji Lab seperti uji Strength, Elongation, dan U%. Sebenarnya kegiatan-kegiatan ini sangat tidak diperlukan dan tidak memiliki nilai tambah. Perusahaan seperti ini mengindikasikan bahwa Proses 1 dan 2 amat buruk, tidak terkendali dan terkontrol dengan baik.

Kegiatan proses merajut dan memeriksa semua produk tentu sangat berdampak pada perusahaan seperti diperlukan tambahan tenaga kerja, perlu waktu lebih lama, perlu ruang lebih luas, kehilangan kepercayaan pelanggan lama menunggu. Semuanya ini tentu ada biayanya (cost meningkat).

Disarankan sebaiknya perusahaan memikirkan untuk menghilangkan proses atau kegiatan yang sebenarnya tidak perlu atau yang tidak bernilai tambah, tidak hanya di Industri Melt Spinning saja tetapi juga Industri-industri lainnya.

Jika membutuhkan data kualitas produk, dapat dilakukan uji random sampling secara tidak berlebihan.***